Friday 26 December 2014

PULAU LOMBOK GAK CUMAN PUNYA GILI TRAWANGAN


#Lombok4


            Sebelum sampai di kota mataram, teman saya menghubungi bang arif yang kemarin barengan pas naik ke gunung rinjani, setelah kami turun dari angkutan yang mengantarkan kami dari bangsal ke kota mataram kami langsung bertemu dengan bang arif dan langsung di giring menuju rumahnya.
            Disana kami di suguhin makanan dan minuman gratis sama bang arif, bang arif sudah mempunyai anak dan istri, di rumahnya bang arif membuka usaha café tempat minum kopi kecil-kecilan, setelah lama mengobrol dan waktu sudah menunjukan hampir tengah malam nah disini kami akan berpisah lagi dengan beberapa teman kami, karena beberapa teman kami sudah membeli tiket kereta di banyuwangi sana untuk lusa maka mereka pulang sekarang dari mataram, biar nanti ga telat keretanya, teman-teman saya di beri tumpangan sama temennya bang arif menuju ke pelabuhan lembar
            Kemudian saya dan yuniar di beri tumpangan sama temannya bang arif yang satu nya menuju ke rumah singgah di komunitas backpacker Lombok, karena menggunakan motor jadi ga bisa bareng-bareng, dan giliran saya pertama yang di antar ke rumah singgah.
            Setelah sampai di rumah singgah dan saya baru pertama kali di rumah singgah saya pelan-pelan masuk dan disana, waw, banyak orang-orang lagi kumpul, nah di sela-sela mereka kumpul dan bercanda, saya masuk dan langsung menatap saya semua, kemudian saya langsung lari keluar lagi, eh tapi di suruh masuk sama salah satu orang yang ada disana, kemudian saya bersalaman satu persatu dengan penghuni rumah singgah, nah saya kenalin dulu ni, di rumah singgah itu ada bapak sama mamak, beliau adalah yang mempunyai rumah singgah, nah beliau juga baik hati.
            Karena saat saya sampai disana dan bapak belum tidur saya juga bersalaman dengan bapak, kemudian saya meletakan tas saya dan langsung ikut duduk dan berbagi cerita dengan orang-orang disana, tak lama kemudian yuniar datang dan melakukan hal yang sama dengan saya.
            Nah, karena salah satu orang yang mampir di rumah singgah ada yang ber ulang tahun, saya dan yuniar ikut untuk memberika surprise, dank arena ada yang berulang tahun di rumah singgah jadi banyak makanan, eh walaupun ga ada yang berulang tahun di rumah singgah tetep banyak makanan, karena komunitas backpacker yang di Lombok sering ngirimin makanan dari rumahnya, sumpah gaes, orang nya baiiiiikk semua di rumah singgah, jadi kalo kalian lagi main ke pulau Lombok jangan sungkan-sungkan mampir ke rumah singgah ya gaess. Setelah kami semua ngobrol hingga hampir larut pagi, kami langsung tidur, karena besok pagi masih banyak aktivitas yang di jalankan.
            Saya bangun pukul 08.00 wita dan langsung mengantri kamar mandi, karena perut sudah mules, kemudian langsung mandi, setelah itu kumpul lagi sama teman-teman baru disana, nah hari itu beberapa orang ada yang menuju ke air terjun di daerah Lombok timur dan utara dan ada yang pulang juga, karena saya ingin melihat pantai di Lombok selatan dan ga ada yang ikut maka hanya saya dan yuniar yang ke Lombok selatan.
            Setelah kami di pinjamkan motor sama teman nya mamak, dengan tariff 60ribu/hari dan motornya di antarkan ke rumah singgah, kami langsung mempersiapkan diri dan nanya-nanya sama bapak dan mamak tentang jalan dan daerah di Lombok selatan, karena hari semakin siang, dengan sedikit informasi dan saya lebih percaya sama gps di smarphone saya maka kami langsung berangkat, nah buat kalian yang pergi tanpa barengan sama orang yang sudah tahu Lombok saran saya tandai dulu posisi rumah singgah sebelum kalian pergi, jangan sampai bisa berangkat, tapi ga bisa pulang.
            Karena saya dan yuniar berniat hanya mengunjungi pantai dan mengambil gambar maka kami hanya membawa kamera dan dompet. Kami berjalan dengan santai sembari mencari warung untuk sarapan, setelah kami dapat tempat makan yang murah dan enak kami melanjutkan perjalanan ke arah selatan, dan tujuan pantai pertama kami adalah pantai selong belanak.
            Kami melewati sawah yang luas kemudian embung yang besar, tapi air nya sedikit, karena waktu itu musim kemarau dan tanah sangat kering, ga sadar kami sudah berjalan hampir 2 jam dan belum nemu tanda-tanda pantai, setelah kami bertemu dengan jalan aspal yang bagus dan saya piker jalan yang bagus itu tanda-tanda dekat dengan tempat wisata, dan tak lama kami berjalan di atas aspal yang bagus tiba-tiba jalan keputus dan aspal hilang, dan jalan berubah menjadi tumpukan batu dan tanah, setelah diskusi sebentar kami memutuskan untuk balik arah dan mencari jalan yang lain.
            Akhirnya kami menemukan jalan yang sebenarnya, sekitar 1 jam lebih kami berjalan sampailah kami di pantai selong belanak, disana banyak turis-turis dari luar yang bermain selancar, beberapa saat setelah kami duduk di pinggiran pantai dan melihat keindahan pantai, sampailah kami di pantai selong belanak.
            Saat sampai disana, kami langsung nyari tempat yang eyup (adem/teduh), kalo turis-turis pada nyari tempat berjemur, nah giliran orang Indonesia malah langsung nyari yang adem, apalagi yuniar, dia sensitive banget sama panas matahari, takut kulitnya jadi ungu.
            Nah, pas lagi ngelihat pemandangan dari tempat kami duduk, tiba-tiba yuniar ngajak nyebur, kan eman-eman udah jauh-jauh ke Lombok malah gak nyebur ke lautnya, malah cuman lihat-lihat tok, akhirnya kami langsung nyebur dengan celana satu-satu nya yang di bawa, sembari ndeketin bule female yang lagi di ajarin surfing sama pacarnya.
            Setelah 1 jam kami nyebur, kami langsung naik ke permukaan dan nyari tempat teduh lagi, dan ternyata disamping tempat kami duduk terdapat 2 bule cewek yang lagi klekaran di pasir dan Alhamdulillah pacarnya lagi pada main di laut, dengan modal berdoa dan semangat dari saya, yuniar ngajakin bule itu foto bareng, walaupun campur bahasa wild.
            Kemudian lanjut di pantai berikutnya, pantai mawun dll sampai ke pantai tanjung aan, sory lupa nama-nama pantainya, yang ingat namanya cuman pantai itu saja, pokonya bisa cuci mata sepuasnya kalo kalian disana, bukan karena keindahan alam nya saja, tapi penduduk lokal disana juga banyak yang baik hati, dan pas terakhir sampai di pantai tanjung aan pemandangan nya top banget, ngelihat matahari hampir jatuh ke bumi, tapi belum sampai jatuh kami udah pergi sih, takut kalo malem malah lebih parah lagi nanti kami nyasarnya.
            Pokoknya hari itu kami puas ngelihat pemandangan yang super incredible kalo kata orang instagram, check my IG, dan ada tambahan kata-kata itu juga, nah pulangnya kami mampir di parkiran rumah adat suku sasak, karena badan sudah klenyit dan bau bangkai, dan juga kena penyakit “little bondy” yaitu silet gatel kelebon wedi, bahasa indonesianya nanya aja ya sama orang yang ngerti bahasa jawa, nah penyebabnya ya gara-gara main di pasir pantai dan parahnya kami belum bilasan sama sekali, dan baru mandi setelah kami sampai di rumah singgah, nah saran saya, walaupun kalian gak niat buat nyebur atau apapun mending bawa barang berlebih deh kalo berpergian, biar ga nyesel tar, penyesalan kan datang terakhir, kalo datang awal namanya pendaftaran, oposeh…

ada yang ulang tahun ni di rumah singgah

selangkah lebih maju

aku dan teman-teman aku

gingseng dan kluwek

lupa nama pantai nya ni

tanjung aan dong

selfbrush

jurus ikan asin lg di jemur

para pejalan yang mampir di rumah singgah ni

bareng sama orang jogja juga

No comments:

Post a Comment